Disinfektan ALami yang dapat Membunuh Kuman

Disinfektan ALami yang dapat Membunuh Kuman

Posted on

Disinfektan ALami yang dapat Membunuh Kuman

Disinfektan alami tidak kalah efisien dengan disinfektan kimia hand sanitizer dalam memberantas kuman, bakteri, atau virus. Dan saat memakai disinfektan alami, yakinkan untuk memakainya pada fokus yang cukup buat dapat membunuh bakteri.

Oleh karenanya, penting untuk pastikan perkakas disekitaran Anda terlepas dari kuman atau virus penyakit. Selainnya memakai desinfektan, ada beberapa antibakteri alami yang bisa dipakai untuk membunuh virus dan kuman. Berikut antibakteri alami yang bisa membunuh virus dan kuman.

Seperti dikutip Insider, berikut ialah beberapa disinfektan alami yang dapat secara mudah Anda dapatkan:

Alkohol

“Alkohol sebagai salah satunya alternative yang efisien untuk gantikan disinfektan kimiawi,” tutur Andrei Tadique, seorang pakar farmasi di Emergent BioSolutions. Alkohol mematikan kuman dengan merusak dinding selnya, tapi cuman efisien jika dipakai pada fokus yang lumayan tinggi yakni sekitaran 60% atau lebih.

Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida tidak seefektif beberapa disinfektan kimiawi, seperti pemutih, tapi efisien membunuh bakteri serta virus, menurut Centers for Disease Kontrol (CDC). Menurut sebuah study di tahun 2018 yang diedarkan dalam Antimicrobial Resistance and Infection Kontrol, beberapa periset mendapati jika hidrogen peroksida lebih efisien dalam membunuh beberapa wujud bakteri dibanding senyawa amonium kuaterner, yang umumnya diketemukan dalam disinfektan kimia.

Cuka

Cuka biasa dipakai sebagai disinfektan alami. Dan walau mempunyai beberapa karakter disinfektan, cuka tidak seefektif alkohol atau hidrogen peroksida dalam membunuh bakteri. Bahan khusus dalam cuka, asam asetat, menolong mengurai kotoran dan bisa kurangi bakteri pada permukaan yang kotor. Sebuah study tahun 2014 yang diedarkan dalam jurnal American Society for Microbiology mendapati larutan yang memiliki kandungan cuka sekitar 10 % efisien dalam mematikan bakteri pemicu tuberkulosis.

Air panas

Air panas secara efisien bisa membunuh virus serta bakteri, tapi air harus minimal 140 sampai 150 derajat Fahrenheit, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Air mendidih, yakni sekitaran 212 derajat Fahrenheit kerap dipakai untuk membunuh bakteri saat mengolah atau memanasi kembali makanan. Sudah pasti, air panas lebih bagus bila digabungkan dengan sabun atau disinfektan lain, seperti saat Anda membersihkan piring atau baju.

Minyak fundamental

“Beberapa minyak fundamental, seperti nilam dan kayu manis, kemungkinan cukup efisien menantang strain bakteri serta virus tertentu,” kata Tadique.

“Bila Anda betul-betul memiliki komitmen untuk memakai minyak fundamental dalam kegiatan rutin pembersihan Anda, saya anjurkan memakai sedikit minyak untuk memberinya aroma pada bahan desinfektan yang semakin kuat seperti alkohol atau cuka,” sambungnya.

Uap

Uap air yang terbentuk dari air dan panas menjadi desinfektan alami. Saat air dipanaskan dengan alami lebih dari 90 derajat Celcius, karena itu bisa membunuh virus serta bakteri pada permukaan yang keras dan lunak.

Diperlukan waktu sampai 20 detik untuk membikin virus, bakteri, kuman, atau tungau mati saat terkena uap air.

Lima antibakteri alami itu bisa dipakai untuk menahan penebaran virus corona sebagai alternative desinfektan.