standar untuk tata kelola air

Standar Untuk Tata Kelola Air Sesuai Peraturan Pemerintah

Posted on

standar untuk tata kelola air

Standar untuk tata kelola air – Air bersih sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Air yang Anda gunakan setiap hari harus memenuhi standar kualitas air bersih. Banyak yang percaya bahwa air yang dilihat dengan mata telanjang benar-benar aman untuk digunakan. Tidak semua air jernih layak untuk digunakan.

Menurut persyaratan pelayanan medis, yang disebut kebutuhan air bersih atau air minum adalah tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, mikroba, dan bebas dari logam berat atau ringan.

Air mineral dapat langsung dikonsumsi tanpa pengolahan lebih lanjut, namun berisiko terkontaminasi bakteri seperti E.coli dan zat berbahaya lainnya. Bakteri dalam air dapat dihilangkan dengan memasak pada suhu 100° C, tetapi ada kekhawatiran bahwa banyak zat berbahaya (seperti logam) tidak dapat dihilangkan dengan metode konvensional seperti itu.

Standar Untuk Tata Kelola Air Sesuai Peraturan Kementrian Kesehatan

Air bersih sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Air yang Anda gunakan setiap hari harus memenuhi standar kualitas air bersih. Banyak yang percaya bahwa air yang dilihat dengan mata telanjang benar-benar aman. Tidak semua air jernih layak untuk digunakan. Untuk memenuhi kebutuhan air, kita harus memenuhi standar, kualitas dan kuantitas yang layak untuk dikonsumsi manusia agar tidak membahayakan kesehatan kita.

Menurut PERMENKESNO. 416.MEN.KES/PER/IX/1990 tentang persyaratan dan pengelolaan kualitas air disebut air minum. Artinya, air yang diolah memenuhi persyaratan kebersihan dan dapat dikonsumsi secara langsung. Jika yang disebut air murni adalah air yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka kualitas air tersebut memenuhi syarat kebersihan dan dapat diminum setelah dimasak.

Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang pengolahan air sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, perlu diketahui standar kualitas air minum sesuai Permenkes No. 492/2010. Berikut penjelasan lengkapnya yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Pinang serta Manfaat Buah Pinang

Parameter Air Bersih Untuk Layak Dikonsumsi

Untuk menghindari sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah daerah, Anda harus mengetahui standar pengolahan air minum yang sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan. Baku mutu ditentukan oleh beberapa parameter yaitu fisika, kimia dan biologi. Selanjutnya ketiga parameter tersebut dapat dikelompokkan lagi menjadi 2 parameter umum, yaitu:

  • Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan adalah parameter mikrobiologi (bakteri e.coli dan coliform) dan bahan kimia anorganik (arsen, fluorida, kromium, kadmium, sianida, selenium dan lain-lain).
  • Parameter yang tidak berhubungan langsung dengan kesehatan yaitu parameter fisik (bau, warna, rasa, suhu, kekeruhan, dan total TDS) serta parameter kimiawi dari pengolahan air (aluminium, besi, klorida, mangan, besi, pH, dll. ).

PARAMETER PENGOLAHAN AIR MINUM TAMBAHAN

Parameter tambahan tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas pengolahan air yang dihasilkan oleh perusahaan air minum. Parameter ini harus memperhatikan beberapa hal yaitu:

  • Parameter kimiawi, artinya air harus bebas dari kontaminasi bahan kimia organik dan anorganik, deterjen, desinfektan atau produk sampingannya serta pestisida.
  • Parameter radioaktif yaitu hasil pengolahan air maksimum mengandung aktivitas alfa bruto 0,1 Bq per liter air dan aktivitas beta bruto 1 Bq per liter air.

Proses Tata Kelola Air – Standar Untuk Tata Kelola Air

Secara umum proses pengolahan air menjadi air siap pakai terbagi menjadi 3 tahapan, antara lain:

1. TahapanPengolahan Air Awal (Water Intake)

Unit ini disebut unit water inlet (Water Intake). Unit ini berfungsi sebagai penampung air di sumber air awal. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan Bar Screen filter yang dapat digunakan sebagai pre-filter untuk objek yang terendam (misalnya daun, kayu, dan objek lainnya).

2. Tahapan Pengolahan Air Utama – Standar Tata Kelola Air

Pada bagian ini, air di unit penyimpanan awal diproses dalam beberapa langkah:

A. Langkah koagulasi

Pada tahap ini, air reservoir awal diolah dengan menambahkan tawas (aluminium) atau zat seperti garam besi (seperti garam besi) atau dengan sistem quick-mix.

Air kotor atau keruh biasanya karena mengandung beberapa partikel koloid yang tidak terpengaruh oleh gravitasi dan karenanya tidak dapat mengendap dengan sendirinya.

Tahapan ini bertujuan untuk menghancurkan partikel-partikel koloid (zat-zat yang membuat air menjadi keruh) sehingga membentuk partikel-partikel kecil, tetapi masih sulit terbentuk.

B Langkah flokulasi

Proses flokulasi adalah proses menghilangkan kekeruhan dari air dengan cara aglomerasi partikel menjadi partikel yang lebih besar (Particle Floc).

Pada tahap ini, partikel kecil di dalam air akan terkoagulasi menjadi partikel yang lebih besar (serpihan) sehingga dapat mengendap pada proses selanjutnya (karena gravitasi).

Pada proses flokulasi dilakukan dengan cara diaduk perlahan (Slow Mixing).

C. Tahap Sedimentasi

Pada tahap ini, partikel yang terflokulasi secara alami akan mengendap di dasar reservoir karena densitasnya lebih berat daripada densitas elemen air. Kemudian air mengalir ke tahap filtrasi di unit filtrasi.

D. Langkah Filtrasi

Pada tahap ini, air disaring melalui media filter yang biasanya terdiri dari material berupa pasir dan kerikil silika. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan bahan yang larut dan tidak larut.

Biasanya, setelah proses filtrasi ini, air dialirkan langsung ke unit penyimpanan akhir. Diperlukan proses tambahan untuk mendapatkan kualitas air yang lebih baik, seperti:

  • Proses pertukaran ion
    Proses pertukaran ion dirancang untuk menghilangkan polutan anorganik (kontaminan) yang tidak dapat dihilangkan dengan penyaringan atau pengendapan.Dalam proses ini juga digunakan untuk menghilangkan arsenik, kromium, kelebihan fluor, nitrat, radium dan uranium.
  • Proses penyerapan
    Proses ini bertujuan untuk menyerap/menghilangkan polutan organik, senyawa yang menimbulkan rasa, bau dan warna. Biasanya memasukkan bubuk karbon aktif ke dalam air.
  • Proses Desinfeksi
    Sebelum masuk ke unit penampungan akhir (reservoir), air harus melalui proses desinfeksi terlebih dahulu. Artinya, proses penambahan bahan kimia klorin bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya di dalam air.

3. Tahap Penampungan Akhir (Reservoir)

Setelah memasuki fase ini berarti air sudah siap untuk didistribusikan ke masyarakat. Unit reservoir ini terletak pada suatu tempat dengan eleveasi yang lebih tinggi dari pada tempat-tempat yang menjadi sasaran sebaran. Cara ini menggunakan gaya gravitasi bumi, sehingga menghemat penggunaan pompa air.

Untuk menyalurkan air bersih digunakan pipa dengan berbagai ukuran agar air bersih dapat menjangkau rumah dan bangunan di sekitarnya.

Selanjutnya artikel menarik khusus untuk anda Jajanan Ala Angkringan, Begini Cara Membuat Sate Telur Puyuh