cara fermentasi pakan sapi

Cara Fermentasi Pakan Sapi

Posted on

Fermentasi Pakan SapiCara Fermentasi Pakan Sapi

Para sobat ternak, sudah tahukah bagaimana cara fermentasi pakan sapi yang benar? Belajar buat fermentasi pakan sapi di artikel ini, yuk. Khususnya fermentasi jerami untuk pakan sapi.

Selain pakan hijauan yang dapat dibuat dengan memanfaatkan mesin pencacah rumput multifungsi, beri sapi Anda pakan terfermentasi juga.Mudah kok cara buatnya.

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Produksi jerami padi sangat bervariasi. Dapat mencapai 12 hingga 15 ton per hektar tiap panen, atau 4-5 ton bahan kering. Tergantung lokasi dan jenis varietas padi yang digunakan.

Penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak merupakan hal yang umum di daerah tropis dan subtropis terutama sebagai pakan ternak pada musim kemarau.

Namun, penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama karena faktor pembatas dengan nilai gizi yang rendah yaitu minyak mentah rendah. kandungan protein, lignin dan silika.

Kualitas jerami padi bisa ditingkatkan baik secara biologis ataupun melalui proses kimiawi. Perbaikan jerami padi melalui biologi dilakukan dengan cara fermentasi.

Fermentasi merupakan proses penguraian senyawa organik jadi senyawa sederhana yang melibatkan mikroorganisme. Cara fermentasi pakan sapi pun terbilang cukup mudah.

Dengan tujuan menghasilkan produk yang memiliki kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik, memperpanjang masa penyimpanan, mengontrol pertumbuhan mikroba, mempertahankan nutrisi yang diinginkan dan menciptakan kondisi yang tidak sesuai untuk kontaminan mikroba.

Metode baru yang relatif murah, praktis, dan hasilnya sangat digemari oleh ternak adalah fermentasi dengan menambahkan bahan yang mengandung mikroba pengikat nitrogen proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik, dan non-simbiosis misalnya Starbio, starbioplus.

MANFAAT JERAMI FERMENTASI

  • Ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada jerami biasa (sekitar 7 hingga 9%);
  • Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia;
  • Nilai gizi makanan meningkat;
  • Baunya enak, tidak bau;
  • Lebih higienis;
  • Bahan sudah tersedia dan murah;
  • Sebagai cadangan pakan yang tahan lama, praktis dan ekonomis.

Pada web ini Anda juga bisa mengulik berbagai resep cara membuat gepuk serundeng. Salah satu olahan daging sapi yang bisa Anda masak.

BAHAN DAN UKURAN UNTUK FERMENTASI

  • Jerami padi kering, kadar air – / + 10%, bisa jerami utuh hingga 800 kg
  • In vivo / vitro probiotik 3 liter
  • Molasses / tetes tebu sebagai sumber energi awal bagi mikroba pada awal inkubasi 20 kg
  • Air sumur biasa tanpa klorinasi 177 liter.
    Catatan: Jika jerami basah memiliki kadar air 20-25%, tambahkan sedikit air atau jerami diperkirakan mengandung air dalam kisaran 25-30%.

BAGAIMANA PROSESNYA?

  1. Cari tempat dengan lantai tanah atau semen, ketinggian minimal 50 cm dari daerah sekitarnya, disemprot kapur dan harus dinaungi (tidak terkena panas dan hujan)
  2. Tumpukan jerami padi setebal 20 cm dipadatkan dengan cara diinjak atau dipadatkan dengan sikat pemotong (soil compactor)
  3. Membuat formula probiotik sebagai bioaktivator. Campur Win_Prob In Vivo dengan 2% molase dan air (sesuai ukuran yang disediakan di awal)
  4. Taburkan ke seluruh permukaan sedotan agar merata (jika sedotan basah tidak perlu disiram, cukup ditaburi larutan probiotik)
  5. Tumpuk ulang dengan sedotan setinggi 20cm, disemprot dengan larutan probiotik sambil dipadatkan, bisa sampai 5 lapis atau lebih
  6. Ulangi sesuai langkah (3) sampai sedotan habis. Kemudian tutup semuanya dengan terpal atau plastik dan biarkan terfermentasi selama 30 hari.
  7. Pada hari ketujuh ketika memeriksa bau (bau) yang muncul di tumpukan jerami. Jika bau jerami telah berubah menjadi bau manis seperti pita dan serat jerami lembut (periksa dengan memegang dan menguleni), dan tumpukan di jerami telah mengeluarkan jamur putih dan kuning, maka proses fermentasi selesai.

METODE PEMBERIAN PAKAN

Beri jerami fermentasi secukupnya, 1 ekor sapi dewasa, berat badan > 400 kg, cukup 10 kg/hari. Tapi harus diangin-anginkan minimal 5 menit lalu diberikan ke sapi. Disarankan untuk membagi pemberian dua atau tiga kali sehari, yaitu pagi setelah pemberian konsentrat dan sore hari setelah pemberian konsentrat.

PENYIMPANAN

Hasil fermentasi jerami dapat disimpan hingga satu tahun. Caranya: setelah fermentasi (matang) selesai, angkat dan keringkan, lalu ikat atau bila perlu tekan agar lebih padat dan mudah dipegang.

Oleh karena itu, buatlah jerami fermentasi sebanyak mungkin untuk disimpan dan digunakan pada musim kemarau (cadangan pakan).

PAKAN TAMBAHAN

Sapi atau hewan ruminansia lainnya masih memerlukan pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan tujuan pemeliharaannya. Petani harus menyediakan konsentrat bahan kering minimal 1,5% dari bobot badan.

Konsentrat dapat berupa konsentrat jadi atau campuran berpemilik, seperti feses tahu, dedak, tepung kedelai, dan lain-lain. Sapi makan lebih lahap, pencernaan lebih optimal, ketahanan lebih besar terhadap penyakit dan iklim ekstrim, dan penampilan lebih baik, kulit berminyak, bulu halus dan mata cerah.

Sediakan juga air minum sebanyak  40 – 100 liter untuk tiap ekor sapi atau ad libitum setiap harisupaya metabolisme ternak semakin lancar.

Demikianlah ulasan mengenai cara fermentasi pakan sapi yang dapat Anda contoh. Gunakan juga berbagai alat penunjang peternakan Anda dari Rumah Mesin.