Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Posted on

Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar – Tanaman porang (Amorphophallus muelleri) merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian. Tanaman porang saat ini menjadi komoditas pertanian yag memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Permintaan umbi porang paling banyak berasal dari negara Jepang, China, Korea, Taiwan, Vietnam dan Australia.

Manfaat Umbi Porang

Umbi porang terkenal memiliki segudang manfaatnya baik untuk bahan baku pangan maupun bahan baku industri. Kandungan utama dalam umbi porang yaitu glucomannnan. Glucomannan sendiri tergolong ke dalam polisakarida yang larut dalam air serta dianggap sebagai serat pangan.

Produk makanan yang mengandung zat glucomannan diyakini mampu menurunkan kadar kolesterol serta mengatasi sembelit. Selain mengandung glucomannan, produk makanan yang diolah dari umbi porang ini juga rendah kalori sehingga cocok untuk menurunkan berat badan.

Mengonsumsi makanan yang mengandung serat glucomannan diyakini dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama serta memperlambat proses pengosongan perut. Tentu manfaat ini sangat efektif untuk mengurangi porsi makan seharinya dan bisa Anda jadikan sebagai salah satu menu andalan Anda saat menjalani program diet.

Di samping beberapa manfaat tersebut, umbi porang juga dipercaya dapat mengatasi berbagai macam masalah kesehatan lainnya seperti mencegah kanker, hingga mencegah risiko penyakit jantung dan stroke.

Tak perlu khawatir, karena khasiat umbi porang ini bisa Anda dapatkan dalam bentuk suplemen, mie, jelly, kue, dan lain sebagainya. Sebelum dibuat produk makanan, biasanya umbi porang diolah terlebih dahulu hingga menjadi tepung.

Dalam bidang industri, tepung umbi porang dijadikan sebagai bahan baku pembuatan lem, kosmetik, penjernih air, isolator listrik, dan lain sebagainya. Dilihat dari banyaknya manfaat yang diberikan oleh umbi porang, maka tak heran jika saat ini banyak petani yang mulai melirik untuk membudidayakan tanaman porang.

Bahkan pada tahun 2018, penjualan porang bisa mencapai angka Rp 11.3 Miliar rupiah. Tentu ini menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat menguntungkan. Bagi Anda yang ingin memulai untuk membudidayakan porang, tak ada salahnya untuk mempelajari cara budidaya porang yang baik dan benar agar bisa menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas.

Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Sebelum Anda memulai proses budidaya tanaman porang, Anda haru mengetahui apa saja yang menjadi syarat-syarat tumbuhnya, mulai dari kondisi lingkungan, jenis tanah serta pH tanah. Hal ini bertujuan agar tanaman porang dapat tumbuh dengan baik dan optimal serta menghasilkan umbi yang berkualitas.

Jenis Tanah

  • Umumnya tanaman porang bisa tumbuh pada jenis tanah apa saja. Namun, agar bisa tumbuh optimal, tanaman porang memerlukan tanah yang gembur dan mengandung unsur hara yang tinggi.
  • Tanaman porang tidak bisa tumbuh optimal dengan adanya genangan air.
  • Derajat keasaman tanah yang ideal untuk tumbuh tanaman porang yaitu pH 6-7.

Kondisi Lingkungan. 

  • Tanaman porang bisa tumbuh pada daerah dengan ketinggian 0-700 mdpl. Namun pada daerah dengan ketinggian 100-600 tanaman porang bisa tumbuh dengan lebih optimal.
  • Tanaman porang memiliki toleransi tinggi terhadap naungan atau tempat yang teduh. Karena pada dasarnya tanaman porang tumbuh liar di daerah hutan yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. Jenis pohon yang biasa dijadikan naungan tanaman porang yaitu pohon jati, mahoni, dan sono dengan tingkat kerapatan 40% hingga 60%.

Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Jika syarat-syarat tumbuh tanaman porang sudah terpenuhi, maka Anda bisa memulai tahap budidaya porang di lahan terbuka sebagai berikut:

1. Persiapan Lahan

Tahapan pertama yang perlu Anda lakukan dalam budidaya tanaman porang yaitu dengan menyiapkan lahan tanam. Bersihkan gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh di lahan yang akan digunakan. Anda bisa menggunakan cara manual ataupun dengan penggunaan bahan kimia herbisida.

Pembersihan gulma secara manual bisa Anda lakukan dengan menggunakan sabit atau cangkul. Pastikan akar tanaman tercabut. Selain itu Anda juga dapat menyemprotkan larutan herbisida pada gulma. Kemudian ditunggu selama beberapa hari hingga gulma mati.Sisa-sisa gulma ini selanjutnya dikulpulkan jadi satu lalu ditimbun dalam tanah untuk dijadikan sebagai pupuk kompos.

Kemudian buatlah bedengan dengan lebar 2 meter dan panjang menyesuaikan dengan lahan yang ada. Selainitu Anda juga perlu mengatur jarak antar bedengan sejauh 1 meter. Selanjutnya pasang tiang bambu atau ajir dengan jarak 1 meter x 1 meter.

Jika Anda menggunakan katak sebagai benih porang, maka Anda perlu membuat jalur tanam dengan lebar 50 cm. Namun, jika benih porang yang digunakan adalah umbi, maka Anda perlu membuat lubang tanam berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Sebelum ditanami benih porang, baik jalur tanam ataupun lubang tanam diberikan pupuk dasar berupa campuran pupuk bokashi dan top soil. Dosis pemberian pupuk dasar ini yaitu sebanyak 0.5 kg per lubang tanamnya.

2. Pemilihan Benih

Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Tanaman porang bisa berkembang secara generatif ataupun vegetatif. Berikut ini beberapa jenis tanaman porang yang bisa Anda gunakan:

Pengembangbiakkan dengan Katak 

Katak merupakan bintil yang muncul di percabangan daun atau bagian pangkal daun. Katak porang berbentuk bulat kecil serta berwarna coklat kehitaman. Biasanya katak porang bisa diambil saat proses panen ataupun saat tanaman porang mengalami fase dormansi atau fase istirahat. Saat fase ini, tanaman porang akan layu dan menjatuhkan katak porang. Katak porang selanjutnya disimpan untuk ditanam saat musim penghujan tiba.

Pengembangbiakkan dengan Biji 

Tanaman porang bisa berbunga setiap empat tahun sekali. Bunga porang ini selanjutnya akan menghasilkan satu tongkol buah porang yang mengandung biji. Dalam satu tongkol buah porang, diperkirakan ada sekitar 250 biji yang bisa digunakan sebagai benih tanaman porang. Untuk dijadikan bibit, biji porang sebelumnya harus melalui proses penyemaian terlebih dahulu.

Pengembangbiakkan Dengan Umbi

Selain menggunakan katak dan biji, Anda juga dapat menggunakan umbi porang sebagai benih. Umbi porang ini bisa didapatkan dari pengurangan tanaman porang yang sudah terlalu rapat, maupun umbi porang hasil panen. Umbi porang yang berukuran besar bisa dibagi menjadi kecil.

3. Penanaman | Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Setelah persiapan lahan dan pemilihan benih, Anda selanjutnya bisa melanjutkan ke proses pennaman. Benih porang sebaiknya ditanam saat musim penghujan tiba atau sekitar bulan November hingga Desember.

Benih porang selanjutnya diletakkan pada lubang tanam satu per satu. Setiap lubang tanam diisi oleh masing-masing satu benih porang. Pastikan bakal tunas porang diletakkan menghadap ke atas. Namun, untuk benih berupa katak, sebaiknya bakal tunas diletakkan menghadap ke bawah.

Selanjutnya benih porang ditimbun dengan tanah di ada disekitar lubang tanam. Jangan lupa siram lahan tanam yang telah ditanami benih porang dengan menggunakan air secukupnya.

4. Perawatan

Agar bisa tumbuh dengan optimal dan menghasilkan umbi yang berkualitas, tanaman porang harus mendapatkan perawatan yang tepat. Berikut ini beberapa langkah perawatan tanaman porang yang bisa Anda lakukan:

Penyiraman

Penyiraman tanaman porang harus dilakukan secara rutin yaitu saat pagi atau sore hari. Banyaknya penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca. Saat musim hujan, Anda bisa mengurangi volume penyiraman, sedangkan saat musim kemarau Anda bisa menambah volume penyiraman. Pastikan lahan tanam porang tetap terjaga kelembabannya serta terhindar dari genangan air.

Pembersihan Gulma

Lahan tanam porang biasanya akan ditumbuhi oleh gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh subur saat tiba musim penghujan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan proses penyiangan atau pembersihan gulma secara rutin. Pasalnya keberadaan gulma ini dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman porang karena proses penyerapan nutrisinya terganggu.

Peninggian Guludan

Cara perawatan tanaman porang yang berikutnya yaitu dengan meninggikan guludan. Peninggian guludan ini dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang dengan menggunakan tanah yang ada di sekitar tanaman porang. Tujuannya agar tanaman porang bisa lebih kokoh dan berdiri tegak saat diterpa angin ataupun hujan. Selain itu, peninggian guludan juga diyakini dapat membuat umbi porang tumbuh lebih besar.

Pemupukan

Tanaman porang harus mendapatkan nutrisi yang mencukupi agar bisa tumbuh dengan optimal. Pemupukan tanaman porang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan saat proses tanam, dengan penggunaan campuran pupuk kompos dan tanah yang dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Sedangkan tahap kedua pemupukan bisa dilakukan saat tanaman porang sudah mulai tumbuh atau berumur sekitar 1 bulan setelah tanam. Jenis pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) ataupun pupuk anorganik (NPK atau TSP).

Penjarangan

Dalam satu lubang tanam, tanaman porang bisa menghasilkan sebanyak 3-4 batang porang. Untuk itu, perlu dilakukan penjarangan untuk memisahkan batang tanaman porang tersebut. Hal ini bertujuan agar umbi porang bisa tumbuh lebih leluasa dan berkembang lebih besar.

5. Pemanenan | Cara Budidaya Porang yang Baik dan Benar

Umbi porang bisa dipanen saat tiba musim kemarau. Jika benih yang digunakan adalah umbi, maka porang dapat dipanen saat berumur sekitar 7 bulan setelah tanam. Namun, jika digunakan benih berupa katak, maka umbi porang baru bisa dipanen saat berumur sekitar 18-24 bulan setelah tanam.

Proses pemanenan umbi porang pun cukup mudah, Anda hanya perlu menggali umbi porang seperti pada tanaman umbi-umbian lainnya. Sebelum dijual, umbi porang biasanya diolah terlebih dahulu menjadi bentuk chip. Umbi porang kering biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan porang basah.

Demikian tadi cara budidaya porang yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai bisnis tanaman porang.

Baca Juga :