jenis sapi yang bagus untuk ternak

Jenis Sapi yang Bagus Untuk Ternak

Posted on

Jenis Sapi yang Bagus Untuk Ternak

jenis sapi yang bagus untuk ternak

Di Indonesia, ada banyak sekali jenis sapi yang bagus untuk ternak yang dibudidayakan oleh para peternak. Tiap jenis sapi punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Mengetahui jenis sapi serta kelebihan dan kekurangannya, peternak dapat memilih jenis sapi apa yang cocok untuk dipelihara di daerahnya masing-masing.

Namun, sebelum itu, perlu kamu ketahui untuk menunjang budidaya ternak sapimu, kamu perlu mesin pencacah rumput. Mesin ini akan memudahkanmu dalam membuat pakan sapi.

3 jenis sapi yang bagus diternak di Indonesia seperti:

1. Sapi Brahmana

Jenis Sapi yang Bagus Untuk Ternak

Sapi Brahman merupakan keturunan dari sapi zebu atau bos indiscus. Berasal dari India, kemudian masuk ke Amerika pada tahun 1849, berkembang pesat di Amerika, sapi Brahman di Amerika Serikat dikembangkan untuk seleksi dan perbaikan genetik. Setelah sukses, sapi jenis ini diekspor ke berbagai negara.

Sapi Brahman menyebar ke Australia dari Amerika Serikat. American Brahman Breeder Association dibentuk di Amerika, sedangkan Australian Brahman Breeder Association dibentuk di Australia. Sapi brahmana masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.

Ciri dari sapi brahman adalah punuknya yang besar dan kulitnya kendur, di bawah lehernya bergelombang hingga perutnya yang lebar dengan banyak lipatan. panjang, telinga terkulai dan ujung runcing. Sapi ini merupakan jenis sapi potong yang paling baik untuk dikembangkan.

Persentase bangkai adalah 45%. Keistimewaan sapi ini adalah tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, sapi akan memakan semua jenis pakan (rumput dan pakan tambahan), termasuk pakan yang buruk. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap kutu dan gigitan nyamuk serta tahan panas.

Sapi ini juga berkembang biak di Australia. Bahkan, peternak sapi di Australia telah melakukan persilangan sapi Brahman dengan breed lain seperti Simmental, Herefod dan Limousin, hasilnya dikenal dengan Brahman Cross yang sejak tahun 1985 masuk ke Indonesia melalui program bantuan Asian Development Bank (ADB).

Sapi ini cocok tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis. Brahman Cross awalnya merupakan sapi Brahman Amerika yang didatangkan dari Australia pada tahun 1933.

Dikembangkan di Tropical Cattle Research Center Station Rockhampton Australia CSiro, dengan bahan dasar sapi Brahman, Hereford dan Shorthorn dengan proporsi darah 50%, 25% dan 25% (Turner , 1977).

Sehingga secara fisik fenotipe dan karakteristik sapi Brahman Cross cenderung lebih mirip dengan sapi Brahman Amerika karena proporsi darahnya lebih dominan.

2. Sapi Simmental

Sapi simmental adalah boss taurus (Talib dan Siregar, 1999), berasal dari daerah Simme di Swiss tetapi sekarang berkembang pesat di Eropa dan Amerika, merupakan jenis sapi perah dan sapi potong, berwarna coklat kemerahan (merah bata), pada bagian muka dan lutut ke bawah dan ujung ekor berwarna putih, jantan dewasa dapat mencapai berat badan 1150 kg sedangkan betina dewasa 800 kg.

Bertubuh kekar dan berotot, sapi jenis ini sangat cocok dipelihara di daerah beriklim sedang. Persentase karkas sapi jenis ini tinggi, kandungan lemaknya sedikit. Hal ini dapat digunakan sebagai sapi perah dan sapi potong.

Secara genetik, sapi simmental adalah sapi potong yang berasal dari iklim dingin, merupakan sapi besar, memiliki volume rumen yang besar, asupan sukarela yang tinggi (kemampuan untuk meningkatkan konsumsi melebihi kebutuhan sebenarnya) dan laju metabolisme yang cepat, sehingga memerlukan manajemen pemeliharaan. lebih terorganisir.

3. Sapi Limousine (limosin)

Sapi limousin merupakan bangsa bos turus (talib dan siregar, 1999). Jenis sapi ini pertama kali dikembangkan di Perancis. Jenis ini merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari simmental. Biasanya warna bulunya cokelat tua, kecuali di area ambing berwarna putih serta bagian lutut kebawah serta sekitar mata berwarna lebih muda.

Bentuk tubuh sapi jenis ini tergolong besar, panjang, padat juga kompak. Keunggulan dari jenis limosin ini pertumbuhan badannya yang sangat pesat. Secara genetik, sapi limousin termasuk sapi potong yang berasal dari daerah iklim dingin.

Juga merupakan sapi tipe besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi, punya volume rumen yang besar serta metabolic rate yang cepat. Jadi, akan membutuhkan cara pemeliharaan yang lebih teratur.

Di Indnesia, sapi limousin kerap disilangkan dengan beragam jenis sapi lain. Seperti contohnya disilangkan dengan sapi peranakan ongole, sapi hereford atau sapi brahman.

Sapi limosin diprediksi akan populer dan jadi primadona baru di dunia peternakan. Banyak orang yang bergerak di usaha penggemukan sapi mulai melirik sapi jenis ini.

Keistimewaan yang paling utama ialah proses ternak sapi limosin pertumbuhannya sangat pesat. Lalu badan dan ukuran beratnya yang juga lebih tinggi. Jadi, jumlah dagingnya pasti akan lebih banyak dan harga jualnya pun tinggi.

Selain itu, kualitas sapi limosin juga dinilai bagus dan lebih lezat untuk diolah jadi makanan. Maka tidak heran jika harga jual sapi jenis limosin ini juga jauh lebih besar dan mahal. Jadi, keuntungan yang didapat peternak atau pedagang pasti akan makin banyak.

Keunggulan lain berternak sapi limosin ialah waktu yang dibutuhkan untuk penggemukan atau pertumbuhan badannya lebih singkat.

Serta yang membuat para peternak lebih nyaman ialah, sapi limosin juga lebih tahan terhadap serangan beragam jenis penyakit. Terutama antraks yang beberapa waktu lalu pernah merajalela dan menimbulkan kerugian yang cukup banyak bagi peternak.

Nah, demikian 3 jenis sapi yang bagus untuk ternak di Indonesia. Kamu bisa tentukan sapi mana yang cocok untuk kamu ternak sesuai dengan kondisi dan iklim wilayahmu. Selamat berternak!

Selain bertenak, yuk cari tahu cara budidaya tanaman porang bagi pemula. Mudah dan praktis, lho.