Pengobatan Skoliosis yang Ampuh dan Harus Anda Ketahui

Posted on

Bagi Anda yang belum aware dengan bahaya dari skoliosis, maka ada baiknya Anda memahaminya. Skoliosis merupakan penyakit yang menyerang postur tulang belakang. Ketika Anda mengalaminya, maka tulang akan mengalami pembengkokan layaknya huruf S atau C. Jika tidak diobati, seiring berjalannya waktu, maka keparahan penyakitnya akan semakin meningkat dan bisa menimbulkan efek yang permanen.

Doctor Holding a X Ray

Untuk itu, apabila Anda rasa ada yang sakit atau mengganjal aneh pada tulang belakang Anda sedikit saja, maka segera periksakan diri ke dokter. Disana, Anda akan mendapat beberapa macam pengobatan skoliosis yang tepat, antara lain :

  1. Suntikan Kortikosteroid

Penanganan penyakit ini yang pertama biasanya akan diberikan berupa suntikan. Hal ini karena jenis pengobatannya pun juga disesuaikan dengan tingkat keparahan yang ditimbulkan. Jika skoliosis hanya menyebabkan rasa nyeri saja, maka dokter akan cukup meresepkan suntukan kortikosteroid. Adapun suntikan ini akan bekerja dalam jangka pendek sehingga jika dalam waktu itu skoliosis tidak sembuh, Anda bisa periksa kembali.

  1. Terapi Skoliosis

Penanganan dari penyakit ini yang kedua adalah terapi. Hal ini akan diberikan jika skoliosis Anda lebih parah dan tidak bisa sembuh hanya dengan suntikan saja. terapinya pun juga tidak asal terapi tulang, melainkan akan disesuaikan dengan usia, kondisi lengkungan tulang, dan tingkat keparahannya.

  1. Bedah Minimal Invasif

Terakhir, penanganan dari skoliosis adalah bedah minimal invasif. Dalam metode bedah ini, pasien akan diberikan sayatan kecil sehingga akan lebih meminimalisir terjadinya trauma pada otot dan jaringan tubuh Anda. Tujuan dari dilakukannya operasi ini adalah penghentian perkembangan lengkungan tulang dan juga untuk mengurangi deformitas tulang belakang. Alhasil, stabilitas dan garis tulang belakang pun bisa sesuai kembali.

Setelah mengetahui berbagai macam metode pengobatannya, maka Anda tentu sudah sadar betapa pentingnya memeriksakan diri sedini mungkin kepada dokter. Pasalnya, penyakit ini biasanya disebabkan kebiasaan menahun dimana sering dimulai di usia sebelum pubertas, yakni pada usia 10 – 15 tahun. Meski awalnya hanya ringan dan tidak menimbulkan masalah, namun kondisinya juga bisa lebih parah seiring waktu berjalan.