Berkunjung Ke Masjid Raya Bandung Yang Indah

Posted on

Masjid Raya Bandung berlokasi di Bandung, Provinsi Jawa Barat bukan hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pariwisata dan rekreasi. Ini adalah lokasi independen dari lembaga yang terletak di jantung kota Bandung, di mana sebagian besar warga melakukan kegiatan utama di sini.

Ada juga alun-alun yang dekat dengan masjid dan membuat daerah ini selalu ramai dengan penduduk lokal atau penduduk daerah lain. Seiring berjalannya waktu di sekitar masjid tumbuh pusat-pusat ekonomi, rekreasi, pusat wisata.

Masjid yang sekarang ini adalah hasil dari beberapa kali renovasi, baik itu renovasi kecil atau renovasi besar. Renovasi bukan hanya bangunan masjid saja, namun juga merenovasi tata kota alun-alun dan masayarakat di sekitarnya

Dalam renovasi abad ke-19 dilakukan tiga kali dalam renovasi abad ke-20 yang dilakukan lima kali, dan yang terakhir di abad ke-21 telah membuat renovasi besar. Awalnya, masjid harus diadakan pada tahun 1812 hanya sebuah masjid kecil dengan tahap konstruksi, kolom kayu, dinding anyaman bambu dan atap jerami.

Bupati Bandung saat R.A. Wiranatakoesoemah IV melakukan renovasi besar pertama dengan menambahkan dinding dan atap gentip. Lalu, masih ada renovasi besar di sekitar tahun 1850 dengan mengganti atapnya ke atap overlay tiga. Produk model atap sebagai “bola nyungcung” untuk masjid ini.

Namun, renovasi yang menimbulkan perbedaan drastis dilakukan pada tahun 1955 dengan bantuan karya desain Ir. Sukarno untuk memfasilitasi kegiatan Konferensi Asia-Afrika pada saat itu. Sepanjang sejarahnya, ada beberapa nama besar tidak pernah membuat arsitek sebagai desain Masjid Raya Bandung.

Fungsi Masjid Raya Bandung

Sejak zaman dahulu, Masjid ini tidak hanya dipakai untuk ibadah, tetapi juga dipakai untuk kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut antara lain doa bersama, pengajian, ceramah, diskusi agama, untuk memperingati agama besar Islam.

Sementara ketika masih disebut “bale nyungcang” Masjid ini terkenal untuk mengadakan resepsi pernikahan bagi orang-orang dari Bandung dan sekitarnya. Sekarang, banyak orang yang menggunakan masjid sebagai tempat rekreasi, di mana ngabuburit, dan juga tempat terbuka bersama-sama.

Masyarakat sekarang ketika jam dinding masjid digital telah tiba jam ibadah shalat bisa beribadah dan bergerak dengan lebih leluasa ke Masjid Raya Bandung buka 24 jam. Dengan posisi yang strategis di pusat kota, Masjid Raya Bandung sangat menguntungkan, terutama dengan banyak pilihan wisata di dekatnya.

Bahkan, semua pilihan yang mungkin tersedia. Dari awal wisata religi, wisata belanja, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata up malam. Sebagai contoh, untuk tur belanja, pengunjung dapat menemukan di sepanjang Jalan Dewi Sartika ada banyak distribusi dan toko fashion.

Berjalan sekitar 500 meter, pengunjung akan mencapai Braga sangat ikonik dan tempat untuk menikmati sejarah tur dan perjalanan kuliner. Bahkan, pilihan kuliner di sekitar Masjid Raya Bandung sangat beragam, mulai dari masakan kuliner internasional tradisional tersedia.

Tidak perlu khawatir tentang tempat untuk tinggal jika Anda ingin mengunjungi Masjid Raya Bandung, karena banyak hotel terdekat pilihan yang tersedia. Sejak awal backpacker-gaya di hotel bersejarah semua tersedia dalam jarak yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Jika Anda ingin pilihan hotel bersejarah, mencoba Savoy Homann Hotel dan khusus Grand Hotel Preanger. Masjid Raya Bandung dikunjungi sekali melakukan perjalanan ke kota ini adalah pilihan yang besar karena Anda bisa mendapatkan hiburan one-stop dengan mudah.