PASAR SENI UBUD – Tempat Belanja Khas Bali

Posted on

Waktu liburan selain digunakan untuk mengunjungi keindahan objek wisata, maka tidak lepas dengan kegiatan wisata Belanja, seperti saat anda menikmati keindahan Ubud Bali, maka akan terasa belum lengkap jika belum mampir ke pasar seni Ubud, pasar tradisional ini buka mulai pagi hari pukul 04.00 sampai 18.00 pada pagi harinya pedagang yang buka lebih banyak menjual aneka kebutuhan pokok, tetapi setelah pagi merangkak lebih siang, maka toko-toko seni yang menjual beraneka barang kerajinan mulai buka, siap memberikan pilihan-pilihan barang kerajinan lokal seperti pernak-pernik, ukiran, patung, lukisan, patung dan berbagai jenis lainnya untuk ditawarkan kepada wisatawan.

pasar seni ubud

 

Mungkin anda sudah mengenal dengan baik sejumlah pasar seni tradisional di Bali beberapa diantaranya pasar seni Sukawati, Guwang, Kumbasari dan Kuta, dan keberadaan pasar seni Ubud menambah lengkapnya untuk keperluan belanja oleh-oleh khas Bali, tentunya dengan sensasi tawar-menawar, sehingga sanggat memungkinkan anda akan mendapatkan tawaran lebih murah daripada yang ditawarkan toko oleh-oleh modern. Apalagi anda tahu cara menawar serta datang pada waktu yang tepat, akan sangat mungkin sekali harga ditawarkan bisa lebih murah. Karena pedagang biasanya berusaha untuk menjual barang dagangannya saat toko mereka buka, asal dapat untung walaupun tipis akan mereka jual, karena diyakini sebagai penglaris (bahasa Bali; penggarus).

 

Pasar Seni Ubud Tempat Belanja Oleh-Oleh Khas Bali

Pasar seni Ubud memang menyediakan berbagai barang kerajinan yang cukup lengkap, cocok sebagai tempat wisata belanja, terutama untuk oleh-oleh khas Bali, harga barang ditawarkan mulai ribuan rupiah sampai puluhan juta rupiah. Berbagai barang pernak-pernik atau aksesoris bisa anda temukan dengan mudah, begitu juga barang kerajinan dari batik kelapa, bambu, anyaman serta hiasan-hiasan untuk dekorasi rumah, termasuk juga sandal, tas, dompet, selimut, bed cover, lukisan, cangkir, ukiran, patung dan banyak lagi lainnya. Setiap harinya pasar Ubud ini selalu ramai pengunjung, apalagi saat liburan tiba, terkadang parkir yang disediakan tidak cukup untuk menampung kendaraan.

Untuk itulah berkunjung ke pasar seni Ubud, lebih direkomendasikan dengan supir sehingga anda tidak perlu repot lagi memikirkan tempat parkir. Pasar tradisional ini sebenarnya cukup luas terdiri dari dua lantai, namun pengunjung lebih suka belanja di toko-toko dekat dengan areal parkir, tetapi jika anda memiliki banyak waktu untuk belanja dan memilih barang yang diinginkan, cobalah menyusuri toko-toko sepanjang pasar ini, karena barang-barang ditawarkan banyak jenis, serta antara satu toko dengan lainnya menjual jenis barang sama, sehingga anda bisa memanfaatkan untuk memilih harga terbaik, peluang tawar-menawar lebih memungkinkan, karena banyak pilihan tempat, sehingga barang yang anda dapatkan sesuai selera dan harapan.

Pasar Ubud memang lokasinya sangat stretegis di pusat kota di jalan raya utama, apalagi di kawasan ini terdapat Puri Ubud atau puri Saren Agung yang merupakan peninggalan budaya dan sejarah masa lampu dan terjaga baik sampai saat ini, dan sekarang menjadi salah satu objek wisata di Bali, setiap harinya digelar pertunjukan seni, sehingga tidak mengherankan kawasan ini tergolong cukup padat, baik itu oleh penghuninya, wisatawan maupun lalu-lintasnya. Pasar seni tradisional ini memang banyak dikunjungi baik itu oleh wisatawan domestik maupun asing, dan bahkan oleh warga lokal yang membutuhkan berbagai bahan pokok menjadikan pasar ini sebagai tujuan utama terutama pada jam pagi hari sampai siang hari.

Harga-harga yang ditawarkan di pasar seni Ubud terutama untuk barang-barang kerajiananya cenderung lebih murah, karena barang-barang tersebut berasal dari pengrajinnya langsung. Ubud memang terkenal sebagai kawasan penghasil barang seni, sehingga barang-barang berhubungan dengan hasil kerajinan seni, maka di pasar Ubud tempatnya, dan untuk harganya tentu kembali lagi dengan kelihaian anda dalam tawar menawar.

Sebagai pasar tradisional dan terletak di kawasan pariwisata yang menjaga dan melestarikan budaya Bali, maka desain bangunan pasar ini tetap bercirikan budaya lokal dengan ornamen-ornamen khas Bali. Bahkan Ubud dengan kekhasannya dalam menyuguhkan budaya Bali kawasan ini dijadikan tempat syuting artis Hollywood dalam syuting film Eat, Pray and Love.

 

Objek Wisata Berdekatan Pasar Seni Ubud

Lokasi pasar strategis di kawasan sentral, sehingga banyak objek wisata lainnya bisa diakses dengan mudah, dan perjalanan tour anda bisa lebih efesien. Beberapa tempat yang berdekatan dari pasar ubud adalah Puri Saren Agung atau Puri Ubud, Pura Saraswati, Museum Arma, Museum Puri Lukisan, Monkey Forest, desa wisata Nyuh Kuning, Bukit Campuhan dan Museum Blanco, semua tempat tersebut bisa anda akses dengan mudah.