Harga Kubah Masjid Di Medan

Posted on

Harga Kubah Masjid Di Medan – Titik pendaratan pasukan Tariq bin Ziyad di Gibraltar di kenal dengan nama Europa Point, serta di titik itu saat ini berdiri masjid megah bernama Masjid Ibrahim Al-Ibrahim, atau umum juga dimaksud dengan nama masjid King Fahd bin Abdulaziz al-Saud dan dimaksud Masjid Penjaga Dua Masjid Suci yang disebut titel resmi untuk Raja Saudi Arabia. jadi satu diantara masjid di tempat yang tidak umum di muka bumi. Bukit Batu Gibraltar ini tampak demikian kekar dari arah laut Mediterania serta sepanjang berabad era jadi satu diantara mercuar alami untuk beberapa pelaut yang berlayar di laut Mediterania, Kubah Masjid.


Masjid Ibrahim Al-Ibrahim dibuat oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia untuk kembali kenang histori penaklukan Eropa oleh Thariq Bin Ziyad. Tempat masjid ini berdiri adalah sisi berpermukaan rata di Europa Point serta di tempat ini ada Telaga Nun yang disebut satu diantara sisa warisan kekuasaan Islam di Gibraltar. Telaga Nun yaitu sisi dari jaringan penampungan air hujan di bawah tanah yang dibuat oleh dinasti Abas sepanjang berkuasa di Eropa, Instalasi air itu adalah jalan keluar untuk penuhi keperluan air warga di sana karna keadaan wilayahnya yang disebut bukit batu tanpa ada sumber air tanah, serta masih tetap berperan dengan baik sampai saat ini.

Histori Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim adalah hadiah dari Raja Fahd Bin Abdul Aziz Al-Saud Raja Saudi Arabia, dibuat sepanjang dua th. serta menggunakan dana sekitaran £5 (lima) juta Pondsterling. Pembangunan Masjid Ibrahim Al-Ibrahim diawali th. 1995, diresmikan pada tanggal 8 Agustus 1997. Media media Eropa mengatakan kalau ketika peresmian masjid ini dikerjakan, pengamanan ketat mengagumkan diberlakukan di sekitar tempat serta ada lebih dari enampuluh kendaraan elegan berjenis sedan Limosin berjejer di sana.

Satu prosedur standard, karna upacara peresmian itu di hadiri oleh saudara dari mendiang Raja Fahd yang adalah sponsor pembangunan masjid ini, Pangeran Salman Bin Abdul Aziz Al Saud (saat ini jadi Raja Saudi Arabia) serta putra bungsu Raja Saudi Arabia (waktu itu), Pangeran Abdul Aziz Bin Fahd Bin Abdul Aziz, dengan sama begitu banyak anggota keluarga Kerajaan Saudi Arabia serta beberapa tamu undangan, Harga Kubah Masjid Di Medan.

Masjid Ibrahim al-Ibrahim ini adalah hanya satu bangunan masjid untuk sekitaran 2000 muslim Gibraltar. Muslim di Gibraltar saat ini memanglah jadi umat minoritas atau sekitaran 7% dari keseluruhan populasi Gibraltar. Sebelumnya masjid ini berdiri muslim Gibraltar sebenaranya telah mempunyai satu bangunan kecil yang digunakan jadi masjid dengan nama Masjid Tariq Bin Ziyad yang ada di areal pelabuhan laut Gibraltar, tetapi bangunannya cuma berbentuk satu bangunan simpel yang sekalipun tidak serupa dengan satu bangunan masjid, hingga saat ini masjid itu masih tetap berperan.

Masjid Pemegang Tiga Rekor

Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini memegang tiga rekor sekalian ; yaitu dari cost pembangunan-nya, tempat serta keberadaannya yang istimewa. Pembangunan masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini menggunakan dana sekitaran £5 (lima) juta Pundsterling, serta dimaksud sebut jadi bangunan masjid dengan cost termahal per-meter perseginya yang sempat dibuat di daratan Eropa.

Dilihat dari tempatnya berdiri, Masjid Ibrahim Al-Ibrahim ini adalah Masjid yang ada di tempat paling selatan di daratan Eropa karna Gibraltar memanglah adalah satu tanjung kecil ujung dari Semananjung Iberia yang menjorok ke Laut Mediterania.

Arsitektur Masjid Ibrahim Al-Ibrahim Gibraltar

Masjid ini adalah masjid paling besar yang sempat dibuat di negara non muslim dengan masyarakat muslimnya minoritas. Terkecuali dari pada itu, Masjid ini jadi satu diantara 1500 lebih masjid memiliki ukuran besar yang sudah dibuat oleh pemerintah kerajaan Saudi Arabia.

Masjid Ibrahim-al-Ibrahim didesain dengan memadukan beragam seni bina bangunan masjid yang terlihat pada kaligrafi serta rancangannya yang cukup rumit, bermacam gaya rancangan termasuk juga gaya Usmani (Turki) serta arsitektur modern di terapkan di masjid ini. Masjid Ibrahim Al-Ibrahim jadi lambang keanekaragaman histori serta orang-orang Gibtaltar.

Rencana rancangan masjid ini di buat oleh Zakarias Alhkury. Pembangunannya dikerjakan di atas tempat seluas 985 meter2 yang terbagi dalam bangunan paling utama masjid, tempat tinggal tempat tinggal imam masjid, perumahan untuk beberapa pengurus masjid, enam ruangan kelas, ruangan pertemuan, bangunan untuk pengurusan jenazah, perpustakaan umum, kantor pengurus masjid, dapur serta sarana tempat wudhu serta toilet yang terpisah untuk jemaah lelaki serta jemaah wanita.

Lantai basic adalah ruangan sholat paling utama di masjid ini dihias dengan dekorasi yang begitu indah serta halus. Luas ruang sholat paling utama ini sekitaran 480m2 serta dapat menyimpan sampai 400 jemaah sekalian. Sembilan lampu gantung diletakkan di atas ruang ini memiliki bahan kuningan serta dipesan segera langsung dari pengrajin profesional di Mesir. Delapan lampu gantung itu dipasang melingkari satu lampu gantung paling utama seberat sekitaran 2 (dua) ton menggantung di bawah kubah paling utama masjid.

Keramik dari marmer di masjid ini dihadirkan segera dari Carrara di Italia, dipakai untuk tutup tembok luar bangunan termasuk juga tiang tiang kekar yang menyokong susunan atap didalam ruangan paling utama masjid serta dan bagian mihrab. Ruangan mihrab di masjid ini di hias dengan hiasan dari plester semen.

Keseluruhnya lantai ruang sholat ditutup dengan karpet yang disebut satu lembar karpet utuh tanpa ada sambungan yang dipesan spesial, begitu halnya lantai di ruang sholat jemaah wanita juga ditutup dengan karpet type yang sama yang ditempah spesial dari pengrajin karpet di Saudi Arabia. Motif hiasan pada karpet di dua ruang sholat ini seirama dengan motif hias pada lampu gantungnya, Harga Kubah Masjid Di Medan.

Sama juga dengan ruangan sholat paling utama, ruangan sholat spesial jemaah wanitanya juga dihias dengan lampu gantung yang sama serta keduanya sama dipesan dari Mesir. Satu lift disiapkan untuk menghubungkan ruang berwudhu menuju ke ruangan spesial jemaah wanita di ruang mezanin yang diperlengkapi dengan ruangan spesial untuk ibu ibu menyusui. Jemaah wanita dari ruang mezanin bisa lihat segera ke ruangan sholat paling utama walau di tutup dengan pembatas kayu yang dimaksud dengan Masharabia screen.

Interior Masjid Ibrahim Al-Ibrahim

Semua daun pintu di masjid ini memiliki bahan kayu semacam kayu jati. Dihias dengan beragam ornament indah dari kuningan serta di buat di Mesir. Panel pintu di lantai basic di buat dari kayu solid setebal 5 sentimerter. Sesaat kaca kaca jendelanya diperlengkapi dengan kaca hias yang dipesan spesial dari Madrid (Spanyol).

Sisi beda dari masjid ini yang di buat di Mesir yaitu ornament bulan sabit di puncak kubah bangunan masjid serta di puncak menaranya. Ornament bulan sabit ini terbuat dari kerangka baja serta lalu dilapisi dengan kuningan. Satu menara yang dibuat terpisah dari bangunan paling utama di masjid ini dibuat setinggi 71 mtr. menjulang tinggi melampaui tinggi mercusuar tua yang berdiri tidak jauh dari masjid ini.

Ornament Bulan sabit di puncak menara ini demikian besar dengan ukuran tingginya menjangkau enam mtr.. Keseluruhnya ruangan dalam masjid ini diperlengkapi dengan system tata udara modern yang memungkinkannya merasa sejuk pada musim panas serta merasa hangat pada musim dingin yang membeku.