Sebelum Hamil, Yuk Perhatikan Kondisi dan Status Gizi Sang Ibu

Posted on

Untuk bisa menciptakan sebuah generasi yang cerdas serta sehat, penting untuk merencanakan kehamilan dengan baik. Salah satunya adalah dengan mengikuti program khusus yang membenahi status gizi sang ibu jauh sebelum terjadinya kehamilan.

Fakta di Indonesia menunjukkan tetap tingginya tingkat malnutrsi pada bunda hamil di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, tersedia 37,1 persen bunda hamil anemia.

Selain itu, penelitian lain menunjukan 50 persen bunda hamil mempunyai asupan gizi lebih rendah dari Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan.

Padahal, bunda hamil yang tak lebih gizi berpengaruh pada kesehatan janin dan juga persalinan. Pada janin, risiko yang dapat terjadi di antaranya keguguran, bayi lahir mati, cacat bawaan, anemia pada bayi, berat badan lahir rendah, dan bayi baru lahir dengan status kesehatan rendah.

Akibat lain gizi kurang baik saat hamil juga terjadi ketika bunda menjalani persalinan. Semacam persalinan susah, prematur, pendarahan seusai persalinan, dan persalinan dengan operasi.

Menyadari pentingnya status kesehatan bunda hamil, sekarang pemerintah menambah edukasi masyarakat mengenai pentingnya peride 1.000 hari pertama kenasiban bayi.

Dikutip dari Harian Kompas (26/1/2017), Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, umpama, mendorong bidan dari puskesmas aktif turun ke rumah warga untuk mengedukasi calon pengantin mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan status gizi sebelum menikah.

“Calon pengantin wajib memahami pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama kenasiban bayi. Gizi bunda dan bayi pada masa yang memengaruhi masa depan keduanya,” ucap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita berkata, pada implementasi program Gerakan 1.000 Hari Pertama Kenasiban sejak Oktober 2016, calon pengantin didampingi gratis sejak enam bulan sebelum menikah hingga anaknya berumur dua tahun.

Setidak sedikit 150 bidan disiapkan menjadi perantara calon pengantin dan puskesmas alias konsultan kesehatan. Satu bidan mengantarkan tiga pasangan.

Source: Review Wardah