Pengertian Penyimpangan Sosial Beserta Contoh dan Faktor Pendorong

Posted on

Pelajaran sosiologi, bukanlah sesuatu yang mudah.

Jika Anda belajar sosiologi, mungkin pernah mendengar istilah penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang.

Sebenarnya “Apa sih perilaku menyimpang itu?”

Penyimpangan sosial adalah suatu tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan kepercayaan yang dianut oleh sebuah masyarakat. Perbuatan-perbuatan tersebut menarik perhatian seluruh masyarakat arena tidak searah dengan norma-norma pada sistem sosial tersebut, dan membuat pihak berwenang turun untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.

Perilaku yang dianggap menyimpang dalam sebuah kelompok sosial, tidak berarti bahwa perilaku tersebut juga menyimpang pada kelompok sosial lainnya.

Penyimpangan Sosial
Penyimpangan Sosial

Contoh Penyimpangan Sosial

Menurut bapak sosiologi dunia, James Vander Zanden, penyimpangan sosial itu adalah sebuah perilaku yang dianggap tercela karena berbeda dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat, dan di luar batas-batas toleransi mereka.

Dalam artian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa, perilaku menyimpang yang terjadi di suatu kelompok sosial, tidak berarti menyimpang pada kehidupan sosial di tempat lain.

Contohnya:

  1. Berbicara bahasa kasar bukanlah hal yang normal di Indonesia. Orang-orang yang suka berbicara kasar umumnya akan dikucilkan di Indonesia karena telah melakukan penyimpangan sosial.
    Ha ini berbeda dengan orang bule, mereka sudah terbiasa menggunakan kata-kata kasar dalam pergaulannya setiap hari.
  2. Contoh berikutnya adalah perilaku pergaulan bebas di barat. Menurut orang-orang di barat, pergaulan bebas adalah hal yang sah dan boleh-boleh saja untuk dilakukan.
    Tetapi, di Indonesia, pergaulan bebas termasuk perilaku yang menyimpang dan merupakan penyakit masyarakat.

Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Menyimpang

Penyimpangan sosial dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal, berikut adalah perinciannya:

  1. Faktor Internal: Perilaku menyimpang terjadi karena pelaku penyimpangan sosial itu sendiri. Artinya, tindakan tercela tersebut terjadi karena beberapa faktor pada diri sang pelaku. Contohnya, tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, intelegensi, kedudukan, dan lain lain.
    Contohnya: Pria berperilaku kurang sopan terhadap wanita karena merasa dirinya lebih kuat.
  2. Faktor Eksternal: Perilaku menyimpang terjadi karena faktor luar. Artinya, tindakan tercela tersebut terjadi karena alasan-alasan di luar diri sendiri. Contohnya, kehidupan berumah tangga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan lain lain.
    Contohnya: Seseorang akan merasa bahwa penggunaan narkoba adalah hal yang lumrah jika temannya menggunakan narkoba semua.